Minggu, 26 November 2023

Sistematika Integrasi Sederhana Sistem Industri Manufaktur Untuk Produk Wanna Kicks yang Menggunakan Augmented Reality (AR)

Annisa Rahmawati
Npm 20323018
Kelas C1.23
Prodi Teknik Industri
Universitas Teknologi Digital


Wanna Kicks

Penjelasan 


Teknologi Augmented Reality (AR) terus mengalami perkembangan. Salah satunya Wanna Kicks aplikasi dari Wannaby yang memungkinkan pengguna untuk mencoba berbagai pasang sepatu secara virtual.


Wannaby sendiri adalah perusahaan rintisan (startup) dari Belarus yang kini tengah membangun pengalaman dalam bidang ” AR Commerce “. Aplikasi AR yang dikeluarkan oleh Wannaby ini sebuah aplikasi pencoba sepatu secara virtual pertama di dunia. Penciptaan aplikasi bertujuan agar memudahkan pengguna untuk menemukan sepatu yang cocok tanpa mengenakan sepatu tersebut.


Dijuluki dengan "Wanna Kicks," aplikasi yang dapat di akses oleh IOS dan Android ini menggunakan augmented reality untuk mencoba berbagai sepatu. Dengan Wanna Kicks ini pengguna cukup memilih sepasang sepatu dari daftar model yang tersedia di aplikasi tersebut, kemudian arahkan kamera ke kaki. Dan lihat hasilnya, sepatu pilihan pengguna berhasil terpakai walau secara virtual.


Bahkan, aplikasi ini memiliki tracking yang cukup baik saat pengguna bergerak, memutar kaki, ataupun mengubah sudut kamera. Selain itu, pengguna dapat mencoba sepatu sambil berjalan, berlari, bahkan hingga bermain skateboard hanya dengan aplikasi ini.


Teknologi Augmented Reality yang dikembangkan perusahaan Wannaby ini bisa dibilang luar biasa. Pengguna dibuat praktis dan efisien, sebelum membeli sepatu tanpa perlu dikenakan. Pengguna sudah bisa merasakan untuk mencoba berbagai sepatu. Namun, aplikasi Wanna Kicks belum bisa bekerja dengan baik ketika diarahkan ke cermin. Karena fitur ini masih dalam pengembangan dari developer.


Wanna Kicks hanyalah satu dari banyak perusahaan yang memakai teknologi AR untuk membantu calon konsumen memilih produk sehingga bisa mendongkrak penjualan.



Flowchart





Riset pasar


Pencarian di masa depan diperkirakan akan menitik beratkan pada market visual. 

Selain itu, Wanna Kicks dapat memberikan keuntungan kepada penjual maupun pembeli dalam bidang fashion yaitu sepatu. Wannaby percaya teknologinya bisa membantu pelanggan dan ritel.

Langkah yang sederhana: Ide yang bagus tentang bagaimana sepasang sepatu olahraga terlihat saat anda memakainya, semakin besar kemungkinan anda melakukan pembelian yang tepat dan semakin kecil kemungkinan anda mengembalikan barang.

Selain itu juga penjual tidak akan merasakan kerugian karena terlalu seringnya pelanggan mencoba sepatu yang kemungkinan akan menimbulkan kerusakan. Aplikasi ini bisa meminimalisir hal tersebut.

Di sisi lain, pembeli akan merasa sangat terbantu ketika berbelanja online dan tidak bisa mencoba barang, dengan aplikasi Wanna Kicks ini bisa menjadi mungkin. Hal ini seakan menghapus belanja online dan offline.

Pada dasarnya, ini sebuah ide utama dibalik Wanna Kicks bahwa pengguna bisa memilih dan memutuskan apakah mereka suka sepatu atau tidak tanpa perlu berkunjung ke toko fisik untuk mencoba.


"Misi kami adalah untuk memecahkan hambatan belanja online," kata CEO Wannaby, Sergey Arkhangelskiy melalui TechCrunch. “Kami percaya bahwa uji coba AR dapat membantu pelanggan dalam berbelanja online dan akan menghapus perbedaan antara belanja online dan offline. Kami melihat ada dua masalah utama di pasar sepatu. Konversi online sangat rendah, dan pengembaliannya cukup tinggi, dibandingkan dengan cara belanja yang biasa kita lakukan. Kemampuan untuk mencoba sepatu kets dengan ponsel anda sebelum membeli secara online harus mengubah konversi, keterlibatan dan pengembalian. " [tje/timBX]


Perancangan Produk


Wanna Kicks ini menggunakan Algoritma geometri 3D” canggih bersama dengan neural network untuk mengidentifikasi posisi sepatu. Algoritme inilah yang menurut startup adalah bumbu rahasianya dan inovasi utama perusahaan.

Untuk mengenakan sepatu ke dalam aplikasi, Wannaby menggunakan studionya sendiri untuk membuat model 3D yang dipesan lebih dahulu.


Produksi


Menurut informasi dari Retail Touch Points, saat brand menyediakan gambar berkualitas tinggi dan informasi objek yang lengkap, maka akan berpengaruh ke tingkat retensi dan keterlibatan konsumen.


Di sisi lain, Google juga menyadari bahwa pengembangan aset 3D dapat memakan banyak waktu dan biaya. Seringkali membutuhkan ratusan informasi dari berbagai sisi dan foto, juga biasa pengembangan teknologi yang tidak murah. Karenanya, Google menawarkan cara baru untuk perancangan visualisasi aset 3D. Contohnya dengan machine learning, yang dapat membuat foto objek dalam 360 derajat hanya dengan menggunakan beberapa gambar statis.


Saat ini, cara kerja yang dilakukan para brand adalah dengan mengunggah objek model 3D mereka langsung ke Google Mobile Conversion (GMC). Nantinya, objek tersebut akan didistribusikan melalui mesin pencarian Google. Tetapi, Google tidak akan melakukan hosting model 3D di server mereka, brand harus mempunyai platform sendiri atau bekerja sama dengan mitra.


Selain itu, Google juga merilis kumpulan mitra data terpilih yang dapat membantu brand dalam mengelola aspek tersebut. Langkah ini merupakan respons terhadap peningkatan minat dalam hal social commerce. Dengan adanya mitra data yang dipilih oleh Google, brand dapat memanfaatkan pengetahuan dan layanan dari para ahli untuk mengelola aspek social commerce dengan lebih efektif.


Tidak semua objek ideal untuk pengalaman pemodelan 3D online. Jadi, pendekatan strategis yang terintegrasi di berbagai platform dan pengalaman pengguna yang baik adalah kuncinya.

Saat sebuah brand sudah menemukan strategi holistik yang tepat untuk pemasaran, barulah berfokus pada pengembangan teknologi dan mitra yang bisa diajak bekerja sama. 

Pengembangan augmented reality tidaklah mudah, jadi pastikan semua poin distribusi tidak terlewat. Poin distribusi ini adalah aplikasi, platform dan sistem operasi, termasuk iOS, Android, Web Spark AR (Facebook dan Instagram) dan Lens Studio (Snapchat).


Kehandalan Proses


Karena sistemnya virtual, dengan aplikasi Wanna Kicks, calon pembeli bisa “mengintip” produk yang dijual lalu menjajalnya secara digital. Mereka bisa melihat sendiri cocok atau tidaknya mencoba produk yang diincar tanpa perlu datang ke toko fisiknya.

Ragu dengan pilihan sendiri? Tidak perlu khawatir! Wanna Kicks melengkapi aplikasi ini dengan fasilitas berbagi foto dan video ke teman. Jadi, calon konsumen bisa meminta saran dari mereka agar tidak menyesal nantinya. Wanna Kicks sendiri sudah menggandeng banyak brand sepatu terkenal, seperti Adidas, Nike, dan lainnya.


Perancangan Sistem Kerja


Wanna Kicks bisa kamu dapatkan atau download secara gratis melalui App Store dan juga Play Store. 

Wanna Kicks merupakan aplikasi yang memiliki fitur AR yang cukup keren loh. 

Fitur AR ini dapat menampilkan wujud sepatu pada kaki kamu, jadi seakan-akan kamu sedang mencoba sepatu tersebut. 




Dengan Wanna Kicks ini pengguna cukup memilih sepasang sepatu dari daftar model yang tersedia di aplikasi tersebut, kemudian arahkan kamera ke kaki. Dan lihat hasilnya, sepatu pilihan pengguna berhasil terpakai walau secara virtual.


Hal ini cukup membantu kamu untuk melihat model sepatu yang ingin dibeli cocok atau tidak dengan kamu. 

Cukup banyak brand sepatu yang terdaftar pada aplikasi tersebut seperti, Nike, Adidas, dan Puma nih. 


Kerennya, Aplikasi ini juga terhubung langsung dengan store online beberapa brand sepatu tersebut. Jadi, setelah melihat wujud sepatu yang ditampilkan oleh aplikasi Wanna Kicks, kamu langsung bisa melakukan pembelian. Nantinya, kamu langsung dibawa ke website resmi dari brand yang kamu pilih. 


Referensi


https://tries.co.id/wanna-kicks-aplikasi-ar-pencoba-sepatu-virtual-seperti-apa/

https://blog.tribunjualbeli.com/amp/25497/begini-cara-mencoba-sepatu-secara-online-pakai-aplikasi-wanna-kicks

https://id.linkedin.com/pulse/10-contoh-aplikasi-ar-yang-mempermudah-kehidupan-rizka-della

https://glints.com/id/lowongan/tren-industri-manufaktur/

https://upttik.undiksha.ac.id/apa-itu-augmented-reality/#:~:text=Augmented%20Reality%20(AR)%20dapat%20didefinisikan,atau%20memproyeksikannya%20secara%20real%20time.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Penerapan Tipe Aplikasi Sistem Informasi dalam Dunia Nyata

  Sistem informasi (SI) merupakan kombinasi terorganisasi dari manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber da...