Rabu, 04 Maret 2026

Contoh Penerapan Tipe Aplikasi Sistem Informasi dalam Dunia Nyata

 

Sistem informasi (SI) merupakan kombinasi terorganisasi dari manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengolah, dan mendistribusikan informasi dalam suatu organisasi. Menurut James A. O'Brien (1999), sistem informasi mendukung proses operasional dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

Dalam praktiknya, sistem informasi memiliki berbagai tipe aplikasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pada level operasional hingga manajemen strategis. Berikut adalah contoh penerapan masing-masing tipe aplikasi sistem informasi dalam dunia nyata.

 

1. Transaction Processing Systems (TPS)

Transaction Processing System (TPS) adalah sistem yang menangani dan menyimpan transaksi rutin harian organisasi. Sistem ini bekerja pada level operasional.

Contoh Penerapan:

  • Sistem kasir minimarket (Point of Sale/POS) seperti yang digunakan oleh Alfamart.
    Setiap transaksi pembelian pelanggan dicatat secara otomatis, stok barang diperbarui, dan struk pembayaran dicetak.
  • Sistem ATM perbankan seperti milik Bank Mandiri yang mencatat transaksi tarik tunai, transfer, dan cek saldo secara real-time.

TPS berfungsi memastikan keakuratan, kecepatan, dan keamanan pencatatan transaksi.

 

2. Management Information Systems (MIS)

Management Information System (MIS) mengolah data dari TPS menjadi laporan yang digunakan oleh manajemen tingkat menengah untuk pengawasan dan pengendalian.

Contoh Penerapan:

  • Laporan penjualan bulanan di perusahaan ritel seperti Indomaret yang merangkum total penjualan per cabang.
  • Laporan absensi dan kinerja karyawan di perusahaan manufaktur untuk supervisor produksi.

MIS membantu manajer dalam memantau kinerja dan membuat keputusan berbasis data historis.

 

3. Decision Support Systems (DSS)

Decision Support System (DSS) dirancang untuk membantu pengambilan keputusan semi-terstruktur melalui analisis data dan simulasi “what-if”.

Contoh Penerapan:

  • Perusahaan transportasi seperti Gojek menggunakan analisis data untuk menentukan strategi promo berdasarkan perilaku pelanggan.
  • Bank menggunakan DSS untuk menganalisis kelayakan kredit dengan mempertimbangkan berbagai variabel seperti pendapatan, riwayat kredit, dan risiko gagal bayar.

DSS memungkinkan manajemen mengevaluasi berbagai alternatif sebelum menentukan keputusan terbaik.

 

4. Expert Systems (ES)

Expert System (ES) adalah sistem berbasis kecerdasan buatan yang meniru pengetahuan seorang pakar dalam memecahkan masalah.

Contoh Penerapan:

  • Sistem diagnosa medis berbasis AI yang digunakan di beberapa rumah sakit besar untuk membantu dokter menganalisis gejala pasien.
  • Fitur rekomendasi produk pada Tokopedia yang memberikan saran barang berdasarkan riwayat pencarian dan pembelian pengguna.

Sistem ini meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam pengambilan keputusan berbasis keahlian.

 

5. Executive Support Systems (ESS)

Executive Support System (ESS) digunakan oleh manajemen puncak untuk mendukung keputusan strategis jangka panjang.

Contoh Penerapan:

  • Dashboard eksekutif pada perusahaan energi seperti Pertamina yang menampilkan ringkasan kinerja perusahaan, tren produksi, dan analisis pasar.
  • Analisis ekspansi pasar internasional yang menggunakan data ekonomi makro dan tren industri.

ESS menyajikan informasi dalam bentuk grafik, ringkasan, dan indikator kinerja utama (KPI) untuk memudahkan pengambilan keputusan strategis.

 

6. Knowledge Management Systems (KMS)

Knowledge Management System (KMS) berfungsi menangkap, menyimpan, dan membagikan pengetahuan dalam organisasi.

Contoh Penerapan:

  • Platform internal berbagi pengetahuan di perusahaan teknologi seperti Google yang memungkinkan karyawan mengakses dokumentasi proyek sebelumnya.
  • Sistem e-learning perusahaan untuk pelatihan karyawan baru.

KMS membantu organisasi mempertahankan pengetahuan meskipun terjadi pergantian karyawan dan mendorong inovasi berkelanjutan.

 

Integrasi Sistem Informasi dalam Organisasi

Dalam perkembangannya, sistem informasi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dalam skala enterprise.

  • ERP (Enterprise Resource Planning) seperti SAP mengintegrasikan keuangan, produksi, SDM, dan inventori dalam satu sistem.
  • SCM (Supply Chain Management) dan CRM (Customer Relationship Management) seperti yang digunakan oleh Amazon untuk mengelola rantai pasok dan hubungan pelanggan secara global.

Integrasi ini meningkatkan efisiensi, transparansi, dan daya saing perusahaan.

 

Kesimpulan

Setiap tipe aplikasi sistem informasi memiliki fungsi dan peran berbeda sesuai dengan level manajemen dalam organisasi. TPS berfokus pada operasional, MIS dan DSS mendukung manajemen menengah, ES membantu pengambilan keputusan berbasis keahlian, ESS mendukung strategi eksekutif, dan KMS menjaga keberlanjutan pengetahuan organisasi.

Dalam dunia nyata, penerapan sistem informasi terbukti meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kualitas pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap tipe-tipe aplikasi sistem informasi sangat penting bagi organisasi modern dalam menghadapi persaingan dan perkembangan teknologi.

 

Daftar Pustaka

O’Brien, J. A. (1999). Management Information Systems: Managing Information Technology in the Internetworked Enterprise. McGraw-Hill.

Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2006). Management Information Systems: Managing the Digital Firm. Pearson Education.

Whitten, J. L., & Bentley, L. D. (2007). System Analysis and Design Methods (7th ed.). McGraw-Hill.

Motiwalla, L. F., & Thompson, J. (2012). Enterprise Systems for Management. Pearson.

Materi perkuliahan: Pengantar Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, TI62110.

 

Universitas Teknologi Digital

https://digitechuniversity.ac.id/

Minggu, 01 Maret 2026

Konsep Dasar Sistem Kontrol Industri: Fondasi Penting dalam Dunia Industri Modern

Perkembangan industri saat ini menuntut setiap proses produksi berjalan secara efektif, efisien, dan stabil. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan suatu sistem yang mampu mengatur dan mengendalikan jalannya proses secara terstruktur. Inilah yang disebut dengan sistem kontrol industri.

Berdasarkan materi pada Bab 1 dalam buku Dorf, R. C., & Bishop, R. H. (2017), sistem kontrol industri merupakan sistem yang digunakan untuk mengatur, mengendalikan, dan memonitor proses produksi atau operasi mesin agar berjalan sesuai dengan standar yang diinginkan, baik dari segi efisiensi, keamanan, maupun kestabilan. Sistem ini tersusun dari komponen-komponen fisik yang saling terintegrasi sehingga menghasilkan output yang terkendali dan mampu memberikan respons berupa umpan balik (feedback).

Sistem Kontrol dalam Perspektif Industri

Dalam materi yang telah dirangkum, dijelaskan bahwa sistem kontrol tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari keseluruhan sistem industri yang mencakup tiga unsur utama, yaitu:

  1. Input
    Input meliputi man (manusia), method (metode), machine (mesin), material, dan information (informasi). Kelima unsur ini menjadi sumber daya utama dalam menjalankan proses produksi.

  2. Proses
    Tahap proses mencakup operasi produksi, pengendalian kualitas, perencanaan dan penjadwalan, ergonomi dan keselamatan kerja, serta supply chain. Pada tahap inilah sistem kontrol berperan memastikan setiap aktivitas berjalan sesuai rencana.

  3. Output
    Output berupa produk jadi maupun kinerja sistem. Kualitas output sangat dipengaruhi oleh efektivitas sistem kontrol yang diterapkan.

Dalam buku referensi dijelaskan bahwa respons dalam sistem kontrol berkaitan erat dengan adanya feedback. Feedback memungkinkan sistem mengetahui apakah hasil yang dicapai sudah sesuai dengan target atau belum. Jika terjadi penyimpangan, sistem dapat melakukan tindakan koreksi.

Peran Engineer dan Perspektif Keberlanjutan

Seorang engineer adalah individu yang mampu merekayasa sistem, memahami permasalahan, serta mengendalikan proses untuk kepentingan organisasi maupun manusia sesuai tujuan yang ditetapkan. Dalam konteks Teknik Industri, inti pemikiran terletak pada supply chain dan ergonomi, dengan pendekatan penyelesaian masalah yang berorientasi pada sustainability (keberlanjutan).

Artinya, sistem kontrol tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas mesin, tetapi juga mendukung efisiensi rantai pasok, keselamatan kerja, dan keberlangsungan organisasi dalam jangka panjang.

Klasifikasi Sistem Kontrol

Bab 1 juga menguraikan beberapa klasifikasi sistem kontrol, di antaranya:

  1. Berdasarkan Loop

    • Open Loop (Loop Terbuka): Tidak memiliki feedback sehingga tidak ada mekanisme perbaikan otomatis. Sistem bekerja berdasarkan perintah awal saja.

    • Closed Loop (Loop Tertutup): Menggunakan feedback untuk membandingkan output dengan set point. Jika terdapat error, sistem akan melakukan koreksi otomatis.

  2. Berdasarkan Linieritas

    • Sistem linier

    • Sistem tak linier

  3. Berdasarkan Hubungan terhadap Waktu

    • Time variant

    • Time invariant

  4. Berdasarkan Jenis Waktu Operasi

    • Sistem waktu kontinyu

    • Sistem waktu diskrit

Klasifikasi ini membantu dalam memahami karakteristik sistem sehingga dapat ditentukan metode pengendalian yang tepat.

Open Loop dan Closed Loop dalam Praktik

Sistem open loop lebih sederhana dan relatif murah karena tidak menggunakan sensor untuk mengevaluasi hasil. Contohnya mesin cuci dengan timer manual atau oven tanpa sensor suhu. Namun, sistem ini tidak mampu mengoreksi kesalahan secara otomatis.

Sebaliknya, sistem closed loop menggunakan sensor dan feedback sehingga lebih akurat dan stabil. Contohnya adalah AC yang menjaga suhu ruangan tetap konstan atau sistem kontrol level air dalam tangki. Meskipun lebih kompleks, sistem ini memberikan performa yang lebih baik dalam menjaga kualitas dan kestabilan proses.

Kesimpulan

Dari materi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem kontrol industri merupakan fondasi utama dalam pengelolaan proses produksi. Sistem ini tidak hanya mengatur mesin, tetapi juga mendukung efisiensi, kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan industri secara keseluruhan.

Pemahaman konsep dasar ini menjadi langkah awal yang penting bagi mahasiswa maupun praktisi teknik industri sebelum mempelajari teknik pengendalian yang lebih lanjut. Dengan sistem kontrol yang baik, industri dapat beroperasi secara lebih stabil, terukur, dan berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutan.

Universitas Teknologi Digital

https://digitechuniversity.ac.id/


Sabtu, 03 Januari 2026

Risk Grading Matrix: Cara Lean Manufacturing Mengubah Risiko Menjadi Peluang Perbaikan

 

https://www.ul.com/sites/default/files/2022-12/Risk_Matrix_Page-1.jpghttps://www.riskpal.com/wp-content/uploads/2022/11/RP_Cover_What-is-a-risk-assessment-matrix-1-scaled.jpghttps://www.sentrient.com.au/wp-content/uploads/2024/10/5x5-Risk-Matrix-Example.webp 

Dalam dunia manufaktur termasuk pendekatan Lean Manufacturing, identifikasi, penilaian, dan prioritas penanganan risiko merupakan langkah penting agar proses produksi tetap efisien, aman, dan bebas dari hambatan besar.

Risk Grading Matrix atau sering disebut juga sebagai Risk Assessment Matrix merupakan alat manajemen risiko yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengklasifikasikan tingkat risiko berdasarkan dua parameter utama, yaitu :

📌 Likelihood (kemungkinan terjadinya risiko)
📌 Severity (dampak atau konsekuensi risiko)

Menurut ISO 31000:2018 yang masih menjadi acuan utama dalam praktik manajemen risiko hingga saat ini, risiko didefinisikan sebagai the effect of uncertainty on objectives. Artinya, risiko tidak hanya berkaitan dengan potensi kerugian, tetapi juga mencerminkan bagaimana ketidakpastian dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Risk Grading Matrix berperan sebagai alat bantu untuk menerjemahkan konsep risiko tersebut ke dalam bentuk yang lebih sistematis, terstruktur, dan mudah dipahami (ISO, 2019)

Pada matriks ini, risiko yang memiliki kemungkinan tinggi dan dampak besar akan berada pada area prioritas tinggi (mis. warna merah), sementara risiko dengan kemungkinan kecil dan dampak rendah berada pada area prioritas rendah (mis. warna hijau). Dirancang sebagai tabel dua dimensi, matriks ini membantu perusahaan menentukan tingkat risiko secara cepat dan akurat sehingga upaya mitigasi dapat difokuskan pada masalah yang benar-benar penting (risk first, optimize later). (Wikipedia, 2025

Contoh Risk Grading Matrix

Severity ↓ / Likelihood →   

Rare           

Unlikely        

Possible      

Likely              

Almost Certain

Catastrophic

Medium

High

High

Critical

Critical

Major

Medium

Medium

High

High

Critical

Moderate

Low

Medium

Medium

High

High

Minor

Low

Low

Medium

Medium

High

Negligible

Low

Low

Low

Medium

Medium

Interpretasi singkat

➡️ Risiko di kotak Critical harus mendapat tindakan segera.
➡️ Risiko High termasuk fokus utama perbaikan dalam Lean.
➡️ Medium dan Low bisa dikontrol berdasarkan sumber daya yang tersedia. Wikipedia


Peran Risk Grading Matrix dalam Lean Manufacturing

1. Memperjelas Prioritas Risiko

Risk Grading Matrix membantu tim Lean memetakan risiko bukan hanya berdasarkan apa yang mungkin terjadi, tetapi seberapa serius dampaknya terhadap operasi. Misalnya, machine breakdown dengan kemungkinan tinggi dan dampak fatal perlu segera mitigasi melalui preventive maintenance dan SOP ketat. SEE Forge creators of FAT FINGER

2. Mengurangi Waste melalui Manajemen Risiko

Dalam Lean, pemborosan (waste) bukan hanya hilangnya waktu atau material, tetapi juga terjadi ketika risiko tidak diprioritaskan dengan baik. Tanpa pemetaan risiko yang sistematis, perusahaan bisa menghabiskan sumber daya menangani risiko kecil sementara risiko besar dibiarkan berkembang menjadi gangguan operasional. (Seftiana et al., 2024

3. Mendukung Tool Lean Lainnya

Risk Grading Matrix sering digabung dengan alat lain seperti FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk menghasilkan Risk Priority Number (RPN) yang lebih kuantitatif. Dengan matriks ini, FMEA dapat dikalibrasi untuk fokus pada risiko yang paling mengancam jalannya proses Lean. (Hartanti et al., 2022

4. Menghubungkan Identifikasi Risiko dengan Tindakan

Setelah risiko dipetakan, tim produksi dan manajemen dapat lebih mudah menentukan langkah mitigasi, seperti pelatihan operator, SOP baru, atau penjadwalan ulang maintenance. Hal ini meningkatkan efektivitas gerakan Lean seperti Continuous Improvement dan Kaizen. SEE Forge creators of FAT FINGER


Mengapa Risk Grading Matrix Penting?

  • Memberikan struktur visual yang mudah dibaca

➡️ Risk Grading Matrix memungkinkan tim produksi yang bukan ahli statistik sekalipun memahami risiko secara visual dan cepat. Wikipedia

  • Mengurangi subjektivitas dalam pengambilan keputusan

➡️ Dengan kategori likelihood dan severity yang jelas, tim tidak lagi bersandar hanya pada intuisi, tetapi pada data risiko yang telah diklasifikasikan. Wikipedia

  • Mendorong budaya pencegahan risiko

➡️ Dalam Lean Manufacturing, pencegahan lebih baik daripada menunggu masalah terjadi. Matriks risiko mendorong tim untuk berpikir secara proaktif tentang potensi gangguan. SEE Forge creators of FAT FINGER

Kesimpulan

Risk Grading Matrix bukan hanya alat sederhana, tetapi fondasi dalam manajemen risiko proaktif di era Lean Manufacturing. Dengan matriks ini, perusahaan dapat:

✔️ Memetakan risiko secara sistematis
✔️ Mengurangi waste akibat gangguan proses
✔️ Fokus pada mitigasi risiko yang paling kritis
✔️ Menguatkan budaya continuous improvement


Referensi 

Artikel Jurnal

  • Hartanti, L. P. S., Mulyono, J., & Mayang, V. (2022). FMEA dan Fuzzy FMEA dalam Penilaian Risiko Lean Waste di Industri Manufaktur. Jurnal Sains dan Teknologi (JST), 11(2), 293–304. https://doi.org/10.23887/jstundiksha.v11i2.50552 

  • Seftiana, D., Br Nainggolan, S. Y., Alaya, S., Lubis, P. K. D., & Sihombing, R. P. (2024). Aspek Penerapan Manajemen Risiko Untuk Industri 4.0. OPTIMAL Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 4(2), 175–186. https://doi.org/10.55606/optimal.v4i2.3453

Buku 

  • Womack, J. P., & Jones, D. T. (2021). Lean Thinking: Banish Waste and Create Wealth in Your Corporation (2nd ed.). Lean Enterprise Institute.

  • Liker, J. K. (2020). The Toyota Way: 14 Management Principles from the World’s Greatest Manufacturer. McGraw-Hill Education.

  • ISO. (2019). ISO 31000:2018 – Risk Management Guidelines. International Organization for Standardization.

Universitas Teknologi Digital

https://digitechuniversity.ac.id/


On Instagram 

@digitechuniversity

https://instagram.com/digitechuniversity?igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==

@ti.digitech

https://instagram.com/ti.digitech?igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==

@himti.digitechuniversity

https://instagram.com/himti.digitechuniversity?igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==

@acazyyr

https://www.instagram.com/acazyyr?igsh=MTBuZ200cmE5ejF3Zw==

Selasa, 15 Oktober 2024

Definisi dan Sejarah Ergonomika

 

Ergonomi atau Ergonomika 

Ergonomi atau ergonomika adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem. Sederhananya, ergonomi ialah ilmu yang mempelajari bagaimana cara menyesuaikan pekerjaan dan lingkungan kerja agar dapat sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan manusia, yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi kerja.

 

Fungsi Ergonomi:

Berikut ini merupakan fungsi-fungsi dari ergonomika, yaitu sebagai berikut:

1. Meningkatkan kenyamanan kerja: Dengan merancang peralatan dan lingkungan kerja yang sesuai dengan tubuh manusia, maka rasa lelah dan ketidaknyamanan dapat dikurangi. Oleh karena itu, ergonomi sangat di perlukan agar bapat menciptakan kenyamanan saat bekerja.

2. Meningkatkan keamanan kerja: Ergonomi ini dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja dengan cara merancang sistem kerja yang aman dan meminimalisir potensi bahaya.

3. Meningkatkan efisiensi kerja: Hal ini dapat dilakukan dengan cara merancang tugas dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan manusia, maka dengan itu produktivitas kerja dapat meningkat.

4. Meningkatkan kualitas produk: Dalam hal ini ergonomi juga berperan dalam meningkatkan kualitas produk dengan cara merancang produk yang mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

 

Sejarah Awal Ergonomi

Asal-usul ergonomi dapat ditelusuri kembali ke zaman kuno, di mana hal ini manusia telah mencoba menyesuaikan alat dan lingkungan mereka untuk memudahkan pekerjaan. Akan tetapi, ergonomi sebagai sebuah disiplin ilmu modern baru muncul pada abad ke-20.

 

Adapun beberapa faktor yang mendorong perkembangan ergonomi antara lain: 

1. Revolusi Industri: Perkembangan industri menyebabkan peningkatan jumlah pekerja yang melakukan pekerjaan repetitif dan monoton. Hal ini menjadi penyebab kemunculan masalah kesehatan dan keselamatan kerja yang serius.

2. Kedua Perang Dunia: Dalam hal ini perang mendorong pengembangan peralatan dan teknologi baru yang harus mudah digunakan oleh tentara.

3. Perkembangan ilmu psikologi: Dalam bidang psikologi pemahaman yang lebih baik tentang perilaku manusia membantu dalam merancang sistem kerja yang lebih efektif.

 

Perlu kita ketahui, bahwa: 

Perbedaan Ergonomi dan Ergonomika: Meskipun sering digunakan secara bergantian, sebenarnya ada sedikit perbedaan antara ergonomi dan ergonomika. Ergonomi lebih sering digunakan dalam bahasa Inggris, sedangkan ergonomika lebih sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Namun, keduanya memiliki makna yang sama.

Penerapan Ergonomi: Ergonomi tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja, tetapi juga dalam berbagai bidang seperti desain produk, transportasi, dan arsitektur.

 

Pentingnya Ergonomi

Ergonomi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ergonomi, kita dapat menciptakan lingkungan kerja dan hidup yang lebih aman, nyaman, dan efisien.

 

Ergonomics or Ergonomics

 

Ergonomics or ergonomics is the study of the interaction between humans and other elements in a system. Simply put, ergonomics is the study of how to adjust work and the work environment to suit human abilities and limitations, which aims to improve work comfort, safety and efficiency.

 

Ergonomics Functions: 

The following are the functions of ergonomics, which are as follows:

1. Improve work comfort: By designing equipment and work environments that fit the human body, fatigue and discomfort can be reduced. Therefore, ergonomics is needed in order to create comfort while working.

2. Improve work safety: Ergonomics can help reduce the risk of work accidents by designing safe work systems and minimizing potential hazards.

3. Improve work efficiency: This can be done by designing tasks and jobs that are in accordance with human abilities, so that work productivity can increase.

4. Improve product quality: In this case ergonomics also plays a role in improving product quality by designing products that are easy to use and according to user needs.

 

Early History of Ergonomics 

The origins of ergonomics can be traced back to ancient times, where humans have tried to adapt their tools and environment to facilitate work. However, ergonomics as a modern discipline only emerged in the 20th century.

 

There are several factors that encourage the development of ergonomics, among others:

1. Industrial Revolution: Industrial development led to an increase in the number of workers doing repetitive and monotonous work. This is the cause of the emergence of serious occupational health and safety problems.

2. Both World Wars: In this case, the war prompted the development of new equipment and technology that had to be easy for soldiers to use.

3. The development of psychology: In the field of psychology a better understanding of human behavior helped in designing more effective work systems.

 

We need to know that:

Difference between Ergonomics and Ergonomics: Although often used interchangeably, there is actually a slight difference between ergonomics and ergonomics. Ergonomics is more commonly used in English, while ergonomics is more commonly used in Indonesian. However, both have the same meaning. 

Application of Ergonomics: Ergonomics is not only applied in the work environment, but also in various fields such as product design, transportation, and architecture.

 

Importance of Ergonomics

Ergonomics has a very important role in improving the quality of human life. By applying the principles of ergonomics, we can create a safer, more comfortable and efficient working and living environment.

 

 

Referensi:

Dr. Ir. Hutabarat Julianus,2021, Dasar-dasar pemgetahuan ergonomi,Malang:Media Nuda Creative (MNC).

Sajiyo, Abdulrahim, M, Dkk,2019, Ergonomi Industri,Malang:Universitas Brawijaya Press.

Dr. Winata,Puti,D,G. (2024,

Joe. 2011. Ergonomi. Diakses pada 15 Oktober 2024, dari http://joe-proudly-present.blogspot.com/2011/11/ergonomi.html?m=1

Riyan, Rahman, (2022, 02 September). Sejarah dan perkembangan ilmu ergonomi. Diakses pada 15 Oktober 2024, dari https://mahasiswa.ung.ac.id/561421039/home/2022/9/2/sejarah-dan-perkembangan-ilmu-ergonomi.html

Sutri, Risanti, (2023, 28 Februari). Erogonomi: Pengertian, Cakupan fungsi, dan Prinsipnya. Diakses pada 15 Oktober 2024, dari https://www.fortuneidn.com/news/amp/surti/ergonomi-adalah

Universitas Teknologi Digital

https://digitechuniversity.ac.id/

On Instagram 

@digitechuniversity

https://instagram.com/digitechuniversity?igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==

@ti.digitech

https://instagram.com/ti.digitech?igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==

@himti.digitechuniversity

https://instagram.com/himti.digitechuniversity?igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==

 

Selasa, 28 November 2023

MANFAAT MENGETAHUI ‘GRAMMAR’ DALAM BAHASA INGGRIS SEBAGAI LANDASAN ATURAN BERBAHASA INGGRIS


Nama: Annisa Rahmawati

Npm: 20323018

Kelas: C1.23

Matkul: Bahasa Inggris

Prodi: Teknik Industri

Universitas Teknologi Digital





Mengapa Grammar dalam bahasa Inggris perlu untuk kita pelajari dan kita pahami serta harus kita hafalkan? 


Karena beberapa fungsinya yaitu dapat membantu pelajar dalam memahami struktur bahasa Inggris, dapat meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris, meningkatkan kepercayaan diri, memudahkan berkomunikasi, meningkatkan peluang karir, serta meningkatkan kemampuan memahami sastra dan karya tulis.


Jadi, bagaimana cara agar kita dapat dengan mudah mempelajari, memahami, serta mengahafalkan grammar dengan mudah?



Perlu kita ketahui, grammar atau tata bahasa adalah seperangkat aturan struktural yang mengatur komposisi Klausa, frase, dan kata-kata dalam setiap bahasa alami yang diberikan. istilah ini juga mengacu juga pada studi tentang aturan tersebut dan bidang ini mencakup morfologi sintaksis fonologi, sering dilengkapi dengan fonetik semantik dan pragmatik.


Penggunaan Grammar dalam bahasa Inggris sangatlah penting. Mempelajari grammar dapat meningkatkan pengetahuan kita dalam menulis, berbicara, dan Mengartikan bahasa Inggris dengan baik dan benar Meskipun penggunaannya tidak untuk kegiatan sehari-hari. Manfaat dari penggunaan grammar adalah mengembangkan seni penerjemahan membantu mendapatkan kosakata, menambah pengetahuan atas pemahaman kalimat sebenarnya dan membangun pemikiran yang konseptual mengenai struktur bahasa Inggris. Dalam kata lain Grammar adalah sebuah kaidah atau panduan yang digunakan untuk mempelajari suatu bahasa.


Mempelajari grammar bukanlah hal yang mudah karena ada banyak istilah serta rumus yang harus diperhatikan, namun ketika belajar bahasa Inggris dengan mengacu pada grammar maka dapat dipastikan penggunaan bahasa yang kita gunakan akan sesuai dengan yang seharusnya. Karena grammar merupakan rumus dalam belajar bahasa inggris.


Grammar adalah aturan dan struktur bahasa yang digunakan untuk membangun kalimat dan komunikasi efektif. Grammar bahasa Inggris meliputi berbagai hal seperti tata bahasa, ejaan, tanda baca, kata ganti, kata sifat dan frasa. Aturan-aturan ini penting untuk dipelajari oleh para pembicara bahasa Inggris karena memungkinkan mereka untuk membangun kalimat dengan jelas dan benar.


Kata bahasa atau struktur kalimat grammar adalah bagaimana kata-kata disusun untuk membentuk kalimat yang lengkap dan bermakna. Ini termasuk urutan kata penggunaan subjek, predikat dan objek serta penggunaan konjungsi dan preposisi. Ejaan dan tanda baca juga merupakan bagian penting dari grammar bahasa Inggris. Ejaan yang benar penting agar pembicaraan dan tulisan bisa dimengerti dengan jelas. Tanda baca digunakan untuk memberikan arti pada kalimat dan membantu pembaca memahami intonasi dan arti yang dimaksudkan dalam kalimat tersebut, kata ganti verba, kata sifat, dan frasa juga termasuk dalam grammar. Kata ganti digunakan untuk mengganti kata benda dalam kalimat agar tidak berulang-ulang. Verba adalah kata kerja grammar bahasa Inggris yang menunjukkan tindakan atau keadaan. Kata sifat adalah Kata yang menggambarkan sifat benda atau orang. Frasa adalah beberapa kata yang disusun menjadi satu unit makna yang lebih besar. 


Bagi yang baru mempelajarinya, hal ini adalah yang paling banyak dikeluhkan. Sebagaimana diketahui, bahasa Inggris sendiri memiliki 16 tenses yang merupakan formula dalam struktur kalimat yang baik dan benar. Pada dasarnya, untuk dapat terampil menggunakan bahasa Inggris dengan grammar yang benar kamu akan membutuhkan waktu. Kamu harus banyak belajar dan berlatih sehingga berbahasa Inggris menjadi hal yang sangat biasa dilakukan.


Semua jenis tenses memiliki pola yang berbeda sehingga relatif sulit untuk dihafal dan sering pula pelajar bingung dan tidak dapat menemukan perbedaan dari masing-masingnya, namun ada cara mudah dan cepat untuk belajar grammar yaitu sebagai berikut:

  1. Kuasai struktur kalimat bahasa Inggris 
  2. Kenali part of speech 
  3. Perbanyak bacaan dalam bahasa Inggris 
  4. Belajar dari film/musik/lirik lagu
  5. Selalu sedia kamus 
  6. Latihan menulis dalam bahasa Inggris 
  7. Berlatih berbicara dalam bahasa Inggris 
  8. Jangan malu jika melakukan kesalahan penulisan/pengucapan dalam bahasa Inggris
  9. Bertanya kepada guru/dosen 
  10. Gunakan aplikasi yang dapat menterjemahkan atau membantu dalam mempelajari bahasa Inggris

Referensi

Minggu, 26 November 2023

Sistematika Integrasi Sederhana Sistem Industri Manufaktur Untuk Produk Wanna Kicks yang Menggunakan Augmented Reality (AR)

Annisa Rahmawati
Npm 20323018
Kelas C1.23
Prodi Teknik Industri
Universitas Teknologi Digital


Wanna Kicks

Penjelasan 


Teknologi Augmented Reality (AR) terus mengalami perkembangan. Salah satunya Wanna Kicks aplikasi dari Wannaby yang memungkinkan pengguna untuk mencoba berbagai pasang sepatu secara virtual.


Wannaby sendiri adalah perusahaan rintisan (startup) dari Belarus yang kini tengah membangun pengalaman dalam bidang ” AR Commerce “. Aplikasi AR yang dikeluarkan oleh Wannaby ini sebuah aplikasi pencoba sepatu secara virtual pertama di dunia. Penciptaan aplikasi bertujuan agar memudahkan pengguna untuk menemukan sepatu yang cocok tanpa mengenakan sepatu tersebut.


Dijuluki dengan "Wanna Kicks," aplikasi yang dapat di akses oleh IOS dan Android ini menggunakan augmented reality untuk mencoba berbagai sepatu. Dengan Wanna Kicks ini pengguna cukup memilih sepasang sepatu dari daftar model yang tersedia di aplikasi tersebut, kemudian arahkan kamera ke kaki. Dan lihat hasilnya, sepatu pilihan pengguna berhasil terpakai walau secara virtual.


Bahkan, aplikasi ini memiliki tracking yang cukup baik saat pengguna bergerak, memutar kaki, ataupun mengubah sudut kamera. Selain itu, pengguna dapat mencoba sepatu sambil berjalan, berlari, bahkan hingga bermain skateboard hanya dengan aplikasi ini.


Teknologi Augmented Reality yang dikembangkan perusahaan Wannaby ini bisa dibilang luar biasa. Pengguna dibuat praktis dan efisien, sebelum membeli sepatu tanpa perlu dikenakan. Pengguna sudah bisa merasakan untuk mencoba berbagai sepatu. Namun, aplikasi Wanna Kicks belum bisa bekerja dengan baik ketika diarahkan ke cermin. Karena fitur ini masih dalam pengembangan dari developer.


Wanna Kicks hanyalah satu dari banyak perusahaan yang memakai teknologi AR untuk membantu calon konsumen memilih produk sehingga bisa mendongkrak penjualan.



Flowchart





Riset pasar


Pencarian di masa depan diperkirakan akan menitik beratkan pada market visual. 

Selain itu, Wanna Kicks dapat memberikan keuntungan kepada penjual maupun pembeli dalam bidang fashion yaitu sepatu. Wannaby percaya teknologinya bisa membantu pelanggan dan ritel.

Langkah yang sederhana: Ide yang bagus tentang bagaimana sepasang sepatu olahraga terlihat saat anda memakainya, semakin besar kemungkinan anda melakukan pembelian yang tepat dan semakin kecil kemungkinan anda mengembalikan barang.

Selain itu juga penjual tidak akan merasakan kerugian karena terlalu seringnya pelanggan mencoba sepatu yang kemungkinan akan menimbulkan kerusakan. Aplikasi ini bisa meminimalisir hal tersebut.

Di sisi lain, pembeli akan merasa sangat terbantu ketika berbelanja online dan tidak bisa mencoba barang, dengan aplikasi Wanna Kicks ini bisa menjadi mungkin. Hal ini seakan menghapus belanja online dan offline.

Pada dasarnya, ini sebuah ide utama dibalik Wanna Kicks bahwa pengguna bisa memilih dan memutuskan apakah mereka suka sepatu atau tidak tanpa perlu berkunjung ke toko fisik untuk mencoba.


"Misi kami adalah untuk memecahkan hambatan belanja online," kata CEO Wannaby, Sergey Arkhangelskiy melalui TechCrunch. “Kami percaya bahwa uji coba AR dapat membantu pelanggan dalam berbelanja online dan akan menghapus perbedaan antara belanja online dan offline. Kami melihat ada dua masalah utama di pasar sepatu. Konversi online sangat rendah, dan pengembaliannya cukup tinggi, dibandingkan dengan cara belanja yang biasa kita lakukan. Kemampuan untuk mencoba sepatu kets dengan ponsel anda sebelum membeli secara online harus mengubah konversi, keterlibatan dan pengembalian. " [tje/timBX]


Perancangan Produk


Wanna Kicks ini menggunakan Algoritma geometri 3D” canggih bersama dengan neural network untuk mengidentifikasi posisi sepatu. Algoritme inilah yang menurut startup adalah bumbu rahasianya dan inovasi utama perusahaan.

Untuk mengenakan sepatu ke dalam aplikasi, Wannaby menggunakan studionya sendiri untuk membuat model 3D yang dipesan lebih dahulu.


Produksi


Menurut informasi dari Retail Touch Points, saat brand menyediakan gambar berkualitas tinggi dan informasi objek yang lengkap, maka akan berpengaruh ke tingkat retensi dan keterlibatan konsumen.


Di sisi lain, Google juga menyadari bahwa pengembangan aset 3D dapat memakan banyak waktu dan biaya. Seringkali membutuhkan ratusan informasi dari berbagai sisi dan foto, juga biasa pengembangan teknologi yang tidak murah. Karenanya, Google menawarkan cara baru untuk perancangan visualisasi aset 3D. Contohnya dengan machine learning, yang dapat membuat foto objek dalam 360 derajat hanya dengan menggunakan beberapa gambar statis.


Saat ini, cara kerja yang dilakukan para brand adalah dengan mengunggah objek model 3D mereka langsung ke Google Mobile Conversion (GMC). Nantinya, objek tersebut akan didistribusikan melalui mesin pencarian Google. Tetapi, Google tidak akan melakukan hosting model 3D di server mereka, brand harus mempunyai platform sendiri atau bekerja sama dengan mitra.


Selain itu, Google juga merilis kumpulan mitra data terpilih yang dapat membantu brand dalam mengelola aspek tersebut. Langkah ini merupakan respons terhadap peningkatan minat dalam hal social commerce. Dengan adanya mitra data yang dipilih oleh Google, brand dapat memanfaatkan pengetahuan dan layanan dari para ahli untuk mengelola aspek social commerce dengan lebih efektif.


Tidak semua objek ideal untuk pengalaman pemodelan 3D online. Jadi, pendekatan strategis yang terintegrasi di berbagai platform dan pengalaman pengguna yang baik adalah kuncinya.

Saat sebuah brand sudah menemukan strategi holistik yang tepat untuk pemasaran, barulah berfokus pada pengembangan teknologi dan mitra yang bisa diajak bekerja sama. 

Pengembangan augmented reality tidaklah mudah, jadi pastikan semua poin distribusi tidak terlewat. Poin distribusi ini adalah aplikasi, platform dan sistem operasi, termasuk iOS, Android, Web Spark AR (Facebook dan Instagram) dan Lens Studio (Snapchat).


Kehandalan Proses


Karena sistemnya virtual, dengan aplikasi Wanna Kicks, calon pembeli bisa “mengintip” produk yang dijual lalu menjajalnya secara digital. Mereka bisa melihat sendiri cocok atau tidaknya mencoba produk yang diincar tanpa perlu datang ke toko fisiknya.

Ragu dengan pilihan sendiri? Tidak perlu khawatir! Wanna Kicks melengkapi aplikasi ini dengan fasilitas berbagi foto dan video ke teman. Jadi, calon konsumen bisa meminta saran dari mereka agar tidak menyesal nantinya. Wanna Kicks sendiri sudah menggandeng banyak brand sepatu terkenal, seperti Adidas, Nike, dan lainnya.


Perancangan Sistem Kerja


Wanna Kicks bisa kamu dapatkan atau download secara gratis melalui App Store dan juga Play Store. 

Wanna Kicks merupakan aplikasi yang memiliki fitur AR yang cukup keren loh. 

Fitur AR ini dapat menampilkan wujud sepatu pada kaki kamu, jadi seakan-akan kamu sedang mencoba sepatu tersebut. 




Dengan Wanna Kicks ini pengguna cukup memilih sepasang sepatu dari daftar model yang tersedia di aplikasi tersebut, kemudian arahkan kamera ke kaki. Dan lihat hasilnya, sepatu pilihan pengguna berhasil terpakai walau secara virtual.


Hal ini cukup membantu kamu untuk melihat model sepatu yang ingin dibeli cocok atau tidak dengan kamu. 

Cukup banyak brand sepatu yang terdaftar pada aplikasi tersebut seperti, Nike, Adidas, dan Puma nih. 


Kerennya, Aplikasi ini juga terhubung langsung dengan store online beberapa brand sepatu tersebut. Jadi, setelah melihat wujud sepatu yang ditampilkan oleh aplikasi Wanna Kicks, kamu langsung bisa melakukan pembelian. Nantinya, kamu langsung dibawa ke website resmi dari brand yang kamu pilih. 


Referensi


https://tries.co.id/wanna-kicks-aplikasi-ar-pencoba-sepatu-virtual-seperti-apa/

https://blog.tribunjualbeli.com/amp/25497/begini-cara-mencoba-sepatu-secara-online-pakai-aplikasi-wanna-kicks

https://id.linkedin.com/pulse/10-contoh-aplikasi-ar-yang-mempermudah-kehidupan-rizka-della

https://glints.com/id/lowongan/tren-industri-manufaktur/

https://upttik.undiksha.ac.id/apa-itu-augmented-reality/#:~:text=Augmented%20Reality%20(AR)%20dapat%20didefinisikan,atau%20memproyeksikannya%20secara%20real%20time.


Contoh Penerapan Tipe Aplikasi Sistem Informasi dalam Dunia Nyata

  Sistem informasi (SI) merupakan kombinasi terorganisasi dari manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber da...